Wednesday, August 16, 2017

Belajar Ikhlas (Lagi)



Memang sesuatu yang bukan seharusnya milik kita akan dipisahkan bagaimanapun keadannya, Sang Maha Penyayang memiliki beribu rencana baik setelahnya. Setelah kejadian itu banyak sekali rasa yang harusnya tetap utuh, bahkan sekarang harus hancur lebur dan hanya menyisakan kenangan. Manusia hanya berencana dan Yang Maha Kuasa menentukannya. Tidak ada yang salah dalam kisah ini, hanya tentang dua makhlukNya saling mendewasakan satu sama lain. Waktu itu punya awal yang sangat manis, yang membuat hati terlalu bersemangat untuk menjalani hari-hari. Perkenalan singkatpun terjadi walaupun memang ada pertemuan di setiap harinya tanpa mengenal. Hari itu dimana memang semuanya begitu indah tanpa cacat, dia menyempurnakan semuanya. Kita menjalani hari layaknya dua manusia yang jatuh cinta pada umumnya, kata-kata yang manis dan moment yang akan teringat sampai kapan pun. Orang-orang di sekelilingpun sangat mendukung kita berdua. Intinya semua sangat indah tanpa jeda.
Hari itu, dimana semua tiba-tiba tidak mendukung keberadaan satu sama lain, saling acuh tak acuh, saling mengelak, tidak ingin bericara apapun. Resah, pasti dialami setiap wanita manapun ketika orang yang dia percayai tiba-tiba berubah. Disitu memang ada kesalahan di salah satu pihak yang membuat rugi dipihak lainny. Hari demi hari di lewati,dan sebuah kabar menghiasi notif. Ya kabar buruk tapatnya, bercerita bahwa sudah tak ada yang lagi harus di pertahankan dan di perjuangkan untuk ini. Orang-orang sekeliling  sudah tidak bisa mendukung sebuah pertahanan yang di buat. Mungkin alasannya yang susah untuk di percaya dan lambat laun harus percaya akan alasannya itu.  Berulang-ulang pertanyaan yang sama “ini tuh ga bisa di perbaiki lagi? Ini tuh udah gabisa di perjuangin lagi?”. Percaya ga percaya semuanya emang gabisa buat di pertahani lagi. Dan udah dicoba pun still can’t to trying gitu. Udah ga bisa dia apa-apain lagi, percuma kalau semua orang udah gaada yang dukung.
Mau ga mau harus bener-bener ngelepas, walau sebenernya masih pengen banget merjuangin. "Please banget, masih sm2 masih harus belajar,masih jauh buat ke arah nikah, belum wisuda, belum nyari duit, masih bisa nyari yang better, ya kalau jodoh itu sebuah takdir yang gabisa dipisahin sama kita. Tapi ko malah gini........... kecewa banget sama keputusannya” that’s in mind. Egois sih iya emang mikir ke situ, padahal pihak yang di sana sama-sama terluka. Dan yang disini cuma mikirin keegoisannya yang kacau banget sama keputusannya. Tidak menghakimi salah pada yang memberi keputusan, tapi ini juga sebuah pelajaran agar semuanya lebih baik di masa depan, perjuangan ga ada yang sia-sia semuanya adalah pelajaran untuk satu sama lain.

Selalu kuat ketika siapapun ngomong gini “Siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, maka Dia akan ganti dengan yang lebih baik” manusia bisa banget bikin kecewanya, bukan karena manusia ga mampu memuaskan/membahagiakan tapi keahlian manusia terbatas. Selalu ada jalan keluarnya, di kasih cobaan karena Dia sayang sama kita, keep try to ikhlas. Allah knows what is best for me.
terimakasih sudah sempat terlibat perasaan, dengan seperti itu bahwa aku harus tetap berjuang dan bertahan, untuk orang  yang kelak mempunyai semangat juang seperti aku. mungkin kamu lagi? entahlah tak banyak berharap untuk itu. semoga kamu selalu di beri kebahagiaan.





-aku, u'r human diary 

No comments:

Post a Comment

surat untuk kamu

Kamu harus selalu ingat, ada yang selalu mendoakan kelancaran untuk sebuah keberhasilanmu. Mungkin tidak satu, ada beberapa orang yang me...