Memang sesuatu yang bukan seharusnya milik kita akan
dipisahkan bagaimanapun keadannya, Sang Maha Penyayang memiliki beribu rencana
baik setelahnya. Setelah kejadian itu banyak sekali rasa yang harusnya tetap
utuh, bahkan sekarang harus hancur lebur dan hanya menyisakan kenangan. Manusia
hanya berencana dan Yang Maha Kuasa menentukannya. Tidak ada yang salah dalam
kisah ini, hanya tentang dua makhlukNya saling mendewasakan satu sama lain. Waktu itu punya awal yang sangat manis, yang membuat
hati terlalu bersemangat untuk menjalani hari-hari. Perkenalan singkatpun
terjadi walaupun memang ada pertemuan di setiap harinya tanpa mengenal. Hari
itu dimana memang semuanya begitu indah tanpa cacat, dia menyempurnakan
semuanya. Kita menjalani hari layaknya dua manusia yang jatuh cinta pada
umumnya, kata-kata yang manis dan moment yang akan teringat sampai kapan pun. Orang-orang
di sekelilingpun sangat mendukung kita berdua. Intinya semua sangat indah tanpa
jeda.
Hari itu, dimana semua tiba-tiba tidak mendukung
keberadaan satu sama lain, saling acuh tak acuh, saling mengelak, tidak ingin
bericara apapun. Resah, pasti dialami setiap wanita manapun ketika orang yang
dia percayai tiba-tiba berubah. Disitu memang ada kesalahan di salah satu pihak
yang membuat rugi dipihak lainny. Hari demi hari di lewati,dan sebuah kabar menghiasi notif. Ya
kabar buruk tapatnya, bercerita bahwa sudah tak ada yang lagi harus di
pertahankan dan di perjuangkan untuk ini. Orang-orang sekeliling sudah tidak bisa mendukung sebuah pertahanan
yang di buat. Mungkin alasannya yang susah untuk di percaya dan lambat laun
harus percaya akan alasannya itu. Berulang-ulang
pertanyaan yang sama “ini tuh ga bisa di perbaiki lagi? Ini tuh udah gabisa di
perjuangin lagi?”. Percaya ga percaya semuanya emang gabisa buat di pertahani
lagi. Dan udah dicoba pun still can’t to trying gitu. Udah ga bisa dia
apa-apain lagi, percuma kalau semua orang udah gaada yang dukung.
Mau ga mau harus bener-bener ngelepas, walau sebenernya masih
pengen banget merjuangin. "Please banget, masih sm2 masih harus belajar,masih
jauh buat ke arah nikah, belum wisuda, belum nyari duit, masih bisa nyari yang
better, ya kalau jodoh itu sebuah takdir yang gabisa dipisahin sama kita. Tapi ko
malah gini........... kecewa banget sama keputusannya” that’s in mind. Egois sih
iya emang mikir ke situ, padahal pihak yang di sana sama-sama terluka. Dan yang
disini cuma mikirin keegoisannya yang kacau banget sama keputusannya. Tidak menghakimi salah pada yang memberi keputusan, tapi ini juga sebuah pelajaran agar semuanya lebih baik di masa depan, perjuangan ga ada yang sia-sia semuanya adalah pelajaran untuk satu sama lain.
terimakasih sudah sempat terlibat perasaan, dengan seperti itu bahwa aku harus tetap berjuang dan bertahan, untuk orang yang kelak mempunyai semangat juang seperti aku. mungkin kamu lagi? entahlah tak banyak berharap untuk itu. semoga kamu selalu di beri kebahagiaan.Selalu kuat ketika siapapun ngomong gini “Siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, maka Dia akan ganti dengan yang lebih baik” manusia bisa banget bikin kecewanya, bukan karena manusia ga mampu memuaskan/membahagiakan tapi keahlian manusia terbatas. Selalu ada jalan keluarnya, di kasih cobaan karena Dia sayang sama kita, keep try to ikhlas. Allah knows what is best for me.
-aku, u'r human diary
No comments:
Post a Comment