Lagu
yang kamu nyanyikan waktu itu menemaniku mengakhiri cerita tentangmu sore ini. Sudah
lama bukan? Sejak hari itu aku selalu mencari celah untuk bisa tenang
melupakanmu. Sampai aku curahkan semuanya di blogku beberapa waktu lalu. Terdengar seperti mengadu pada dunia, tapi
yakinlah itu salah satu caraku dalam usaha melupakanmu walaupun kamu tak pernah
membacanya, untuk membuka blognya pun kamu berfikir ulang.
Entah, sekarang aku hanya ingin berhenti menceritakan kesedihanku
tentangmu. Dari sekian banyak kejadian yang pernah kita alami, seharusnya
aku menceritakan bagian yang bahagia. Bagian yang membuat aku tertawa dan
terbawa disetiap suasana, bagian yang selalu aku senangi ketika bersamamu kala
itu tanpa tangis tentunya.
Terimakasih, saat ini aku sudah bisa tertawa lepas tanpa
menghawatirkan kamu lagi, sudah tidak mendambakan arti hadir kamu lagi. Yang aku
yakini sekarang kamu adalah sebatas teman berbagi cerita bukan berbagi cinta,
pernyataan yang menjijikan sepertinya bahwa luka yang dibuat kini sudah pulih. Aku
selalu membenarkan perkataanmu “Kamu bisa, nanti bakal terbiasa ko. Bener”. Aku
sudah seperti kamu sekarang, sudah terbiasa dengan keadaan. Mari kita berteman,
mari kita berbagi cerita, keluhkan apapun yang kamu rasakan kepadaku jika kamu
tak percaya pada teman-temanmu, mengadu saja padaku jika tak ada bahu yang
menemanimu, aku siap.