Waktu memang sudah lama berlalu, kabarpun tak pernah menghampiri ku terlebih dahulu. Sesekali percakapan ku buat untuk memulihkan kerinduan, tetapi keadaan menjadi semakin tak terduga. Kamu sudah menjadi dirimu lagi, iya sebelum bersamaku. Aku coba mengehentikannya dengan membuang semua yang bernama kamu, tetapi hal itu membuat kita seolah olah sedang terjadi perang dingin. Lalu kita bicarakan lagi, lagi, dan lagi tapi tidak sama sekali menyelesaikan tentang perasaan ini, masih aja seperti ini mengharapkanmu.
Apakah aku boleh bertanya?
Apa kamu sudah tidak pernah menungguku lagi di sela-sela kesibukkanmu?
Apa aku sudah tak pernah terlintas di fikiran ketika lelahmu tiba?
Apa kamu tidak rindu?
Bisakah kamu jelaskan?
Apakah aku boleh bertanya?
Apa kamu sudah tidak pernah menungguku lagi di sela-sela kesibukkanmu?
Apa aku sudah tak pernah terlintas di fikiran ketika lelahmu tiba?
Apa kamu tidak rindu?
Bisakah kamu jelaskan?
Rasanya saat ini aku ingin sepertimu, iya. Tidak membawa masalah ini menjadi berlarut-larut dan kamu sangat menikmatinya. Aku iri padamu.
Benar katamu "jangan terlalu membanggakan orang yang sekarang jadi milikmu, karena pada suatu hari nanti kamu bakal di lupain juga sama dia" dan aku merasakannya. Maaf jika aku berlebihan dan tidak memikirkan perasaanmu, ini pendapatku tentang kamu saat ini. Jika kamu tidak setuju, nomor dan id line ku masih yang lama. Kita sudahi perang dingin ini,apa kau tak lelah? mari kita gencat senjata. apakah kau tau? aku ingin sekali menyudahi perasaan ini.
Benar katamu "jangan terlalu membanggakan orang yang sekarang jadi milikmu, karena pada suatu hari nanti kamu bakal di lupain juga sama dia" dan aku merasakannya. Maaf jika aku berlebihan dan tidak memikirkan perasaanmu, ini pendapatku tentang kamu saat ini. Jika kamu tidak setuju, nomor dan id line ku masih yang lama. Kita sudahi perang dingin ini,apa kau tak lelah? mari kita gencat senjata. apakah kau tau? aku ingin sekali menyudahi perasaan ini.
Suatu hari nanti akan ku katakan dengan lantang di hadapanmu "aku sudah sama sepertimu sekarang, aku sudah bisa acuh padamu, aku sudah tak ingin tahu kabarmu sekarang, aku sudah tak di hantui bayangan masalalu, aku bisa"