Tuesday, September 19, 2017

Terkalahkan

Suatu pagi dihari itu...
Aku menyusuri jalanan setapak daerah sejuk untuk kembali melalukan rutinitas, dengan fikiran yang sangat tenang. Aku siap menjalani hari dengan tersenyum kembali.
Sudah tak ada ragu lagi.
Sudah tak ada lagi yang harus kufikirkan tentang dirimu.
Kecuali, rindu yang aku senandungkan didalam doa sebelum tidur.

Lama tak bersua
Lama tak melhat senyum meringismu
Lama tak membuat lelucon yang membuat tertawa keras
Lama tak menceritakan keluh hati dan fikiran padamu

Memang sudah seharusnya kita begini
Saling melupakan dalam keadaan purapura saling membenci
Hanya satu tujuanku, melupakanmu dengan benar.
Karena aku tersadar kau dan aku mengalah dengan keadaan.
Jika Tuhan berkehendak kita akan bersama, lagi.

surat untuk kamu

Kamu harus selalu ingat, ada yang selalu mendoakan kelancaran untuk sebuah keberhasilanmu. Mungkin tidak satu, ada beberapa orang yang me...